Edo Padang

name: Istiqardo Jihadda
nick name: Edo
Date Of Birth: 31 maret 1984
Stance: goofy
board size: 6'0,6'1
Fav Break: Mentawai (Nyang Nyang Island Siberut)
sponsor: my wave...ahahahah
other hobby: Tennis,shooping dan wactshing movie
Fav Food: Koloke chinese food & padang food
Goals: aku ingin punya bisnis di Indonesia dan eropa & hidup sehat dan bahagia…amieeeeen.
Surfer yang lagi sibuk ngumpulin ide untuk buat usaha di Yogyakarta ini emang mulai bersiapa-siap merealisasikan semua impianya menjadi pengusaha bersama sang istri tercintanya yang juga masih tercatat sebagai mahasisiwi fotografi di kota gudeg. Bagi salah satu personil band hardcore bernama Anti-Spite in, kesibukan tersebut tidak terlalu mempengaruhi aktifitas surfing, “Sampai saat ini untuk surfing fine-fine aja karena kebanyakan trip ke daerah pariwisata yang ada spot surfingnya juga, Palingan aku sesuaikan schedule study ama surfing…kadang susah juga seeh…..habis swells bagus datangnya ga bisa di ajak kompromi,,,hahahahaha coba kalau bisa ya??Sekali-kali seeh ada yang mesti di korbanin kadang study kadang trip surfing” jelasnya.
Edo anak kelima dari tujuh bersaudara dari keluarga wiraswasta. Mengaku menemukan surfing yang bisa menyembuhkan masa-masa frustrasinya ketika remaja, “berawal dari masalah itu aku bisa mengenal surfing dari temanku Ajoe Borie. Jumat pagi aku dipinjamin surfboard dan langsung diajakin ajoe ke pantai…setelah mendengar semua intruksi dari ajoe mengenai gimana teknik paddling dan take off aku langsung nyemplung kelaut dari pagi sampai siang aku berjuang mendapatkan feeling tidur diatas surfboard, Padahal aku gak bisa berenang loh… awalnya aku juga takut tenggelam tapi aku dapat solusi untuk tidak takut, yaitu dengan bantuan leash. Jadi setiap aku jatuh, dengan cepat menarik leash agar papan ada selalu dalam pelukan ku….hahahahaha… akhirnya aku bisa merasa nyaman di laut….”
10 hari berturut turut Ajoe meminjamkannya surfboard dan dengan senang hati surfer yang mengidolakan Rob Machado ini mencoba semua intruksi dari Ajoe, “surfing benar2 tempat pelarian yang positive” tegasnya. Dengan kerja keras, surfer yang semasa kecil bercita-cita menjadi tentara dan memiliki istri dari luar asia ini berhasil menaiki ombak. “aku senang sekali saat itu,sampai malamnya aku bermimpi bermain ombak besar…hahahahaha”
Walaupun pernah ingin berhenti surfing karena dilarang orang tua dan dilecehkan temen-temen, tapi petuah Ajoe sahabatnya bikin dia bertahan menekuni surfing, “nggak semua cowok bisa surfing, Cuma pejantan tangguh aja bisa surfing dan melewati masa transisinya.”
Ngobrolin tentang Pariaman Surfer Family (PSF), selaku koordinator disana (ciiieeeyyy…-red), suami dari Bertina ini menjelaskan secara padat berisi….
“Pariaman Surfer Family terbentuk resmi 2 tahun yang lalu,di tahun 2003 kami baru berjumlah 10 orang jadi kita belum siap untuk membentuk kamunitas surfer Pariaman. Di tahun 2005 surfing baru mulai berkembang hingga beranggota 35 surfer. Kami sering bikin trip surfing bersama. Pariwisatapun menyediakan fasilitas untuk sekretariat PSF yang berlokasi di pantai Gandoriah, disanalah dari dulu sampai sekarang kita sering hang out sambil berbagi pengalaman.
2 Agustus 2009 PSF berhasil melaksanakan kontes pertamanya yang di ketuai Mukmin dan didukung Bang Hari SUBTANCE serta dukungan dari Pemda Pariaman. dan tahun ini PSF sedang merencanakan kontes keduanya. Keep going Pariaman …. “
Well, okey bro…thanks for the chit-chat…keep rockin’ the wave dude!!!
![]() |
dian_floter (14/04/2010 16:30:53)
good
|
Post your comment
| Event Name | Date |
|---|
Magic Wave on Facebook
- yuko "beLa" okazaki on Ayu Shille Minota
- famy on Sixth Sense Surf Shop
- dayu echa on toko hurley
- made p on Dewi Okinawa
- Kadomini on is all about community in bali (sk8)
- Kadomini on is all about community in bali (sk8)
- hale on Vendik (Loco)
- barker on Substance Boardriding Padang
- wira on Panaitan Island
- Audi on Substance Boardriding Padang

