Nyoman Sumiyasa

Tommy yang berasal dari Klungkung ini pada awalnya bermain boogie boarding menggunakan triplek. Setelah beberapa bulan, barulah Tommy mulai bermain surfing dengan meminjam papan dari Piping. Pemilik nick Tommy yang diambil dari surfer terkenal Tom Carol dan Tim Current ini pertama kali memiliki board sendiri dari pemberian seorang foreigner yang berukuran 6’3. Pria penyuka masakan cumi goreng ini biasa surfing Keramas, Serangan dan Canggu. Surfing selama 9 tahun dari tahun 1986 sampai 1995 membuat penggemar Pepen Hendrik ini cukup expert hingga pernah mendapatkan posisi runner up om contest di tahun 1993. Anak angkat dari Menda ini sempat berhenti surfing selama beberapa tahun karena dilarang oleh istrinya.

Di tahun 2002, Tommy mulai surfing kembali dengan menjadi rider dari Bali Barrel. Pria yang pernah trauma karena boardnya patah saat surfing di Geger beach, Nusa Dua ini pernah mendapatkan board dari hasil taruhan dengan seorang foreigner yang menantangnya untuk surfing karena mengira Tommy tidak bisa.

Founder dari Bali Board Riders ini memulai bisnisnya di bulan Januari tahun ini dengan bekerja sama dengan Niel untuk memasarkan produknya di Australia. Hasil dari bisnis ini digunakan oleh Tommy untuk mensupport uang sekolah anak-anak dikampungnya. Dari bisnis ini juga, Tommy mendapat kesempatan untuk pergi ke Australia pada 2005 bersama Niel. Disana Tommy juga sempat merasakan dinginnya air saat surfing. Penyuka ombak Keramas ini juga mengungkapkan pada Magic Wave perbedaan dunia surfing dahulu dan sekarang, dimana dulu jarang sekali ada brand yang meng-endorse surfer. Tommy yang ingin mengembangkan Bali Board Rider ini akhirnya mengaku bangga dengan adanya Magic Wave, hingga dirinya bisa dikenal oleh orang. Ia juga mengucapkan terima kasih untuk Niel, Tony, Troy, dan John Bug.


Post your comment




Click to change the avatar
Change avatar


validation code


Event Name Date
Magic Wave on Facebook