Self Educated

Anak muda ini berasal dari Nusa Lembongan, menyelesaikan pendidikan formalnya sampai SMP saja dan tidak bisa melanjutkan ke tingkat SMA. “Saya tidak bisa melanjutkan ke SMA karena Bapak saya mengalami kecelakaan saat bekerja. Dia terjatuh dari atap dan mengalami patah tulang kaki dan biaya pengobatannya sangat besar. Karena itu saya tidak ingin memberatkan orang tua saya lagi dengan meminta uang untuk sekolah” kata Lahirum yang saat ini berumur 21 tahun.
Dia tetap memiliki keinginan untuk sukses dengan kemampuan surfing yang dia miliki, kemudian dia memilih untuk pindah ke Sanut, dimana dia memulai karirnya sebagai surf guide. Pertama kali, dia pergi bersama temannya yang sebelumnya sudah menjadi guide. Tetapi setelah dia belajar banyak tentang pantai mana yang bagus untuk surfing, dia kemudian belajar cara mengemudi, sehingga dia bisa mengantarkan turis kemudian hari. Belum usai tahunnya pertamanya berada di daerah Sanur, dia sudah memiliki reputasi yang cukup disana.
Dari hari ke hari Lahirun mengasah kemampuannya dalam berbahasa Inggris. Sehingga suatu hari dia memutuskan untuk kursus bahasa Inggris. Sekarang dia sedang belajar bahasa Jepang tanpa kursus…..”Saya belajar bahasa Jepang secara otodidak dengan membaca buku dan mempraktekannya sama teman. Saya belum mahir tapi sudah bisa lah ngomong sedikit – sedikit.” kata dia.
Lahirun memiliki segudang cerita lucu ketika dia memulai belajar surfing. Karena dia tidak memiliki papan surfing, dia harus membantu temannya yang mencari rumput laut dulu baru dia kemudian bisa meminjam papan surfing-nya. “Saya harus mencari rumput laut sebanyak mungkin, kalau tidak saya tidak di kasi minjem papan-nya. Tetapi karena saya ingin sekali surfing, ya saya kerjakan” kata Lahirun yang sangat suka surfing di Lecerations, Lembongan.
Dia juga sempet sekali di selamatkan oleh nelayan. “Waktu itu saya sedang surfing dengan teman – teman dan kemudian teman saya tergulung ombak. Saya mencoba membantunya tetapi saya malah ikut ketarik ombak tersebut. Untungnya seorang nelayan membantu kita waktu itu” kata dia ketawa sambil mengingat peristiwa itu.
Lahirun, adalah anak paling kecil dari Made Buana dan Ni Wayan Sutriya. Dia juga bisa memperbaiki papan surfing. “Di Lembongan, Bapak saya kadang – kadang memperbaiki papan surfing, dari situ saya saya belajar banyak bagaimana memperbaiki papan surfing.” Bapaknya tidak memiliki tempat yang bagus untuk memperbaiki papan surfing seperti yang banyak dilakukan oleh orang lain di Kuta. Cukup dengan memasang papan dan tanda yang mudah dilihat oleh orang untuk menggunakan jasanya
| Event Name | Date |
|---|
- francarth on Billabong Factory Outlet End of Season Sale Up To 90%
- francarth on Godspeed Surfboard
- dadan on Godspeed Surfboard
- agung on Vendik (Loco)
- ston on Mencari ombak di pantai Srau, Pacitan
- temprina on Tide cart mei 2010
- ami on Eko Marzo
- merty tattoo on TATTOO CHILL OUT 2nd, 19th September @ Peanut Bar, Kuta-Bali
- merty tattoo on TATTOO CHILL OUT 2nd, 19th September @ Peanut Bar, Kuta-Bali
- re on Godspeed Surfboard

itu baru namanya surfer...
ga pnah berhenti berjuang..
hidup LST!!
MERDEKA!!
hehe..
Luv, "_"
I've been saw him walking pass to get paddle to Lacerations or Playgrounds breaks at front of Playgrounds Resort where I working.
Don't give up Lahirun.... You can do the best of you can do.
Life must be go on and surf must be keep on.
Cheers
JANU