Donny Agustyana

Nama: Donny Agustyana
DOB: 16 Agustus 1980
Board size: 6’2, 6’0
Stance: Goofy

“Karena surfing bisa membawa sisi emosional kita yang susah diungkapkan. Buat saya surfing itu ritual.”

Edisi bulan lalu, surfer Carita yang juga tokoh masyarakat ini mengisi kolom terdepan MW. Kali ini secara khusus MW berniat membongkar-bongkar kisah surfing surfer daerah yang juga bapak dari 1 orang putrid bernama Alisya ini….

Wah liburan nih pak Lurah?
Hehehe…nggak juga, ada misi yang jelas juga kok ke sini.

Jadi ada maksud terselubung nih dateng ke Bali, kirain liburan…
Ya…walaupun liburan, tapi juga sambil mempelajari kehidupan orang bali sebagai masyarakat daerah pariwisata. Bagaimana mereka bersikap dan mengembangkan bisnis untuk kemajuan ekonomi daerah.

Gimana kondisi Carita?
Carita itu kan di selat Sunda, jadi ombaknya emang ada musimnya. Kalau lagi musim hujan, ombak selat bagus banget. Kalau lagi gak ada ombak, biasanya kita harus menempuh 2 jam perjalanan ke spot surfing sebelah.

Emang siapa sih surfer pioneer di Carita?
Dulu sih ceritanya tahun 80an ada surfer dari jawa juga sih tapi udah lama tinggal di Bali yang surfing sendiri, namanya Budi, dia juga sempat kerja di Hotel Krakatau Carita. Karena itu sekarang Hotel Krakatau menginventaris surfboard para Legend. tapi sekarang saya nggak tau kabar Budi gimana, denger-denger sih di Bali tinggalnya.

Nah…kalau Pak Donny gimana ceritanya jadi doyan sama ombak?
Sebenernya bapak saya juga surfer, banyak juga sih sepupu yang surfer adek perempuan saya juga surfer. Jadi otomatis saya juga doyan surfing. kebetulan rumah juga deket sama pantai. Cuma bener-bener surfing tahun ’99, barengan temen-temen yang cuma sekitar 10 orang aja waktu itu. Susah banget dapet board, apalagi mau milih board yang sesuai. Akhirnya ada temen yang jual board 6’6 harga 400 ribu rupiah.

Apa sih yang bikin ketagihan surfing?
Saya emang suka hal-hal yang memacu adrenalin. Dulu sih aktif di motorcross. Terus karena banyak temen yang asyik surfing , ikutan dan malah jatuh hati. Karena surfing bisa membawa sisi emosional kita yang susah diungkapkan. Ibarat kalau punya hutang, begitu nyebur ke laut dan surfing, semua jadi lupaaa. Buat saya surfing itu ritual.


Terus kenapa nggak coba jadi pro surfer aja?
Pasti pernahlah kepikiran jadi pro surfer. Tapi ternyata enak jadi free surfer. Karena tidak terikat. Mau main bagus nggak dipuji, main jelek juga nggak ada yang marah,hehehe…lagi pula buat saya menjadikan hobby menjadi profesi itu membuat esensi kesenangan berkurang.

Oh iya…sebelum pertanyaan terakhir nih, itu tattoo di lengan boleh juga, emangnya boleh ya tattooan begitu? 
Hahahaaa…kalau nggak keliatan boleh, kalau keliatan ya nggak boleh. Kan saya dipilih rakyat dan mereka nggak keberatan saya tattooan.

Okay lah kalau begitu, jadi harapan untuk surfing Carita?
Supaya pemerintah daerah lebih peduli dengan olah-raga surfing ini. Semoga usaha saya untuk merangkul masyarakat daerah wisata untuk turut mengembangkan pariwisata dapat segera terwujud.

Text:bee 








rifky
rifky (22/03/2010 17:21:25)
go big carita surfing club..!!!

dhey
dhey (02/07/2010 00:38:53)
Hidup Pak Lurah.....:P

Post your comment




Click to change the avatar
Change avatar


validation code


Event Name Date
Magic Wave on Facebook