Akung

Name: Too Long…
Nick: Akung
DOB: Desember 15th 1985
Local Break: Legian
Board Size: 6’0
Dream break: Mentawai
Bad Habbit: Drunk n Trouble Maker
Berkat rayuan maut seorang teman, akhirnya surfer peranakan Bali-Belanda (itu kata si Duncan lho-red) berhasil ditemui dan diajakin ngobrol kesana-sini. Walaupun beberapa kali ditanya sempet mengeluarkan password berulang-ulang dengan bunyi “apa men?” (aksen Bali mode on*-red)sesi tanya jawab inipun berujung kelar bin sukses (^^,), well guys….ini dia alkisah tentang surfer yang tampangnya sekilas mirip suami bintang layar lebar Titi Kamal….
Sambil mencoba mengingat-ingat perjalanan masa lalunya, bahkan sampai berdebat sengit dengan Duncan (sahabat karib seumur hidupnya Akung-red) tentang surfing langsung atau belajar boogy board duluan saat pertama mengenal ombak. Dan kesimpulanya emang awalnya ia belajar boogy board baru menjajal papan surfing. walaupun saat itu harus nyewa papan seharga Rp.1000,00 yang dipake bertujuh (what!!!-red), tapi semangat membara ngebuat Akung sering bolos sekolah gara-gara surfing.
Surfing dinikmati dengan bebas, itu juga yang bikin surfer yang juga hobby ngegame x-box ini berpendapat “lebih baik jadi free surfer, nggak ada kompetisi, yang ada fun…fun…and fun surf”
Tapi katanya sih dulu sempet ikutan ISC tour. Tapi tetep aja surfing lebih bisa dinikmati ketika free dan tanpa tekanan.
Dibalik sifat ngocolnya yang ceplas-ceplos, surfer yang mengidolakan diri sendiri ini adalah pengusaha muda berbakat. Berbekal pengalamannya sebagai shop keeper di Electrohell, dan ketertarikannya sama clothing yang tak terbendung (uhuy…-red), Akung menekuni dunia design sampe akhirnya melahirkan brand kebanggaanya ‘Blazed’. Dengan tatapan penuh percaya diri dia mengaku mengerjakan semuanya sendiri dari design dan pendistribusian, sampai si Duncan protes dan menclaim dirinya adalah pegawai Akung bagian promosi (baiklah…-red). Blazed bisa ditemui di Motion dan Electrohell, serta beberapa store di Australia.
Yah boleh lah…surfer yang juga pengusaha apalagi dengan status single. Dengan singkat bin padat, pejantan yang nggak setuju dengan poligami ini awalnya cuma mengucapkan satu kata untuk criteria ceweknya…”Hot…”. Tapi waktu di dipaksa dan sedikit didesak, Disc Jokey lulusan Jakarta ini menambahkan beberapa kata” suka yang mix Bali- Western, tapi local Bali juga mau sih, hehehe…yang pasti simple dan nggak glamour.”
Surfer yang mahir main gitar dan drum ini yang juga nggak pernah bosen dengerin musiknya Bob Marley ini pun cukup bijak menggambarkan sosok surfer dan pengusaha yang dia geluti sebagai berikut:
Surfer:
Surf, party, and sex
enterpreneur:
Creative, natural, and money
Last word for reader
“ Mohon kalau kalian manusia pake otaknya untuk tidak membuang plastic sembarangan, use your brain!!!”
Text: Bee
Photos: tukang foto keliling Edy Black
Post your comment
| Event Name | Date |
|---|
Magic Wave on Facebook
- nisha on Godspeed Surfboard
- BAYU on WIWID:kill cat studio, Yogyakarta
- kairos on Godspeed Surfboard
- edy on Vendik (Loco)
- patrick tinho on canggu beach
- fisioterapi bali on Sebagai pemuda Indonesia "kamu mau bersumpah apa"? (memperingati hari sumpah pemuda)
- fisioterapi bali on Sebagai pemuda Indonesia "kamu mau bersumpah apa"? (memperingati hari sumpah pemuda)
- sadia on Desak, Berharap Pada Anak
- gary on TATTOO STUDIO: SEMINYAK INK
- dhey on BSP Trip to Gili Trawangan
