Surfer Perlu Tingkatkan Disiplin

Halo Bli Jarut apa kabar?
Baik baik aja.

Oya kapan pertama kali Bli Jarut Surfing?
Saya pertama kali surfing pada tahun 1987. Waktu itu saya belajar surfing menggunakan Knee Board, dan teman teman menertawakan saya ahirnya saya diberikan Board oleh Bli Kasim.

Kapan pertama kali anda menjadi Beach Marshall?

Ketika kontes yang dilaksanakan oleh Bali Legend pada tahun 1989, kemudian saat kontes INSA di Nias.

Kalau di ISC dari tahun berapa?
Dari awal terbentuknya, sampai sekarang.

Trus apa job descriptions dari Beach Marshall?
Memberikan colour heat kepada para peserta, serta memberitahukan durasi para peserta saat kontes, jumlah ombak yang boleh diambil oleh para kontestan. Tetapi kalau di luar negeri, beach Marshall juga berhak mendiskualifikasikan peserta kontes yang tidak taat peraturan, seperti memaki para juri dan melepas Colour heat sebelum sampai di meja Beach Marshall (tempat pengambilan Colour Heat)

Kalalu dari intern ISC sendiri, perkembangannya menurut anda bagaimana?
Sudah semakin membaik, jauh lebih baik dibanding dulu. Hampir semua sudut telah ibenahi. Makanya sekarang kalau ISC mengadakan kontes berjalan rapi karena semua telah dikordinasikan.
Kalau perbedaan antara surfer luar dan dalam negeri bagaimana menurut anda?
Melihat kondisi alam Indonesia, khusunya Bali yang memiliki banyak pantai dan sangat mudah dicapai, harusnya kemampuan surfer local lebih baik. Ya, walaupun kemampuan surfer kita sekarang sudah baik, tetapi saya rasa akan lebih baik kalau diimbangi dengan kedisiplinan dan mengurangi sifat manja.

Perkembangan untuk surfing sendiri bagaimana?

Yang saya lihat, perkembangan surfing dari segi kuantitas, berkembang sangat pesat. Sekarang tinggal bagaimana surfer muda meningkatkan kualitasnya, terlebih sekarang sangat mudah mendapatkan perlengkapan surfing seperti papan, legrope dll.

Suka dukanya menjadi Marshal beach?
kalau bisa dibilang sukanya lebih banyak. Karena bisa berkumpul sama temen-temen surfer. Dan bisa membantu Cookie sebagai MC. Seru banget. Tetapi dukanya pasti ada. Seperti kurangnya pengertian dari para surfer tentang peraturan peraturan kontes, seperti yang ada di dalam ISC rule book. Meski ada peraturan surfing, tetap saja banyak surfer yang tidak mengikuti kontes sesuai peraturan.

Harapan anda kedepannya?

Kedepannya saya berharap agar ISC tetap eksis, dan brand surfing tetap mendukung pengadaan kontes. Karena ini salah satu cara untuk meningkatkan kualitas surfer. Dan juga supaya para surfer Bisa menjadi pemenang dan benar benar juara because Contest is not Everything. Menjadi pemenang sejati, tidak hanya menang kontes. Tetapi menang teradap diri sendiri, termasuk disiplin terhadap peraturan.


Post your comment




Click to change the avatar
Change avatar


validation code


Event Name Date
Magic Wave on Facebook