Tahun Emas Untuk Dunia Surfing Indonesia

Kim Bradly baru kembali dari Sumatra setelah mengunjungi temannya dan dapat berbagi cerita lagi. Kini lelaki asal Australia itu nampak jauh lebih segar dan sehat.

Meski telah lama vakum, karena penyakit kanker kulit yang dideritanya, ternyata lelaki 53 tahun ini masih menaruh harapan besar agar surfing di Indonesia menjadi olah raga nasional dan bisa di pertandingkan di ajang PON. Terlebih menurutnya surfing menjadi salah satu jalan mempromosikan Indonesia, khususnya Bali. Contohnya Nusa Lembongan yang kini menjadi salah satu tujuan wisata dikarenakan memiliki yang sempurna ombak untuk surfing.

Ketika lelaki yang tengah dalam pengobatan ini mengetahui tentang Asian Beach Games (ABG) yang akan diselenggarakan tanggal 18 sampai 26 Oktober 2008, Ada secercah harapan, “ Mungkin ini kesempatan surfing bisa diterima menjadi olah raga nasional. Apalagi surfer yang diturunkan bukan mewakili industri, tetapi bagian dari Tim Nasional Indonesia.”,Jelasnya. 

Selain itu surfer yang telah menetap di Indonesia sejak usia 19 tahun ini menuturkan, kontes terakhir yang bertaraf internasional diselenggarakan di tahun 1998 (10 tahun lalu). Kini  adalah tahun-tahun keemasan untuk dunia surfing Indonesia . Melalui event organisasi ISC, Brand-brand surfing yang kian aktif mengadakan kontes membuat surfer lebih terpacu untuk meningkatkan prestasinya. 

Dia juga salut akan brand surfing Rip Curl, karena merupakan brand yang menurutnya paling aktif dalam mengadakan kontes, tidak hanya untuk surfer lelaki tetapi juga surfer cewek yang jumlahnya kini kian banyak. Kendati demikian, dia juga sedikit heran kenapa wanita Indonesia banyak yang takut surfing dikarenakan khawatir akan warna kulinya. Dan Ia cukup lega melihat jumlah surfer yang makin banyak.


Post your comment




Click to change the avatar
Change avatar


validation code