Gachon


Selalu ada legend surfer di setiap daerah. Dan surfer Sanur pasti sangat beruntung mempunyai Legend seorang Gachon.

Bagi banyak surfer lokal Sanur, sosok Gachon adalah seorang legend. Ya, Gachon memang termasuk generasi sukses pertama surfer-surfer Sanur. Dan sampai detik ini pun, ia tetap menjadi panutan bagi anak-anak Sanur. Memulai surfing ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, Gachon bersama teman-temannya kala itu setia menanti para tamu yang bermain surfing, setelah para tamu selesai bermain, maka ia bersama teman-temannya meminjam papan para tamu tersebut. Terkadang sial pun tak bisa ditolak, ada saja tamu yang tidak mau meminjamkan papannya. Resikonya, ya menunggu tamu yang memperbolehkan papannya dipinjam, bahkan kadang sampai menangis.
Dunia surfing memang merubah hidup seorang anak biasa. Maka itu ketika Gachon sempat ingin benar-benar keluar dari dunia yang mebesarkannya ini, seorang sahabat mengingatkannya,  “jangan kamu berhenti, kamu sukses kan dari surfing” kata Gachon menirukan nasehat sahabatnya yaitu Ketut Menda yang juga seorang legend. Bagi Gachon sosok Menda cukup banyak membantu, ia mengaku banyak dapat pengetahuan tentang surfing dan bisnis dari Menda.
Mungkin karena kecintaanya pada surfing, sampai-sampai dulu ada sebuah kelompok bernama ‘Gachon Team’, ia mengumpulkan anak-anak lokal Sanur. Lalu ketika kontes mereka akan datang memakai kaos bertuliskan Gachon Team. Kombong, adalah satu nama dari sekian banya jebolan Gachon Team yang berhasil diambil sponsor besar. “Saya sangat bersyukur kala itu, jika ada sponsor yang melirik anak-anak dari Gachon Team” ujarnya.
Tapi siapa yang menyangka, Ayah 4 anak ini ternyata pernah bercita-cita menjadi seorang dosen. Gachon memang sempat kuliah sastra inggris, tapi tidak diselesaikannya. Ketika itu ia bertanya kepada salah seorang dosennya mengenai gaji dosen.
“Waktu itu aku tanya ke dosenku, berapa gajinya. Bayangin cuma 125rb. Padahal waktu itu aku sudah jadi guide dan bisa dapat sampai jutaan”, kata Gachon menjelaskan kenapa akhirnya ia tidak berminat melanjutkan kuliahnya.
Orang tuanya memang sempat sedih, bahkan sang ibu sampai menangis begitu mengetahui ia keluar dari bangku kuiahnya. Walaupun pada akhirnya Gachon berhasil membuktikan bahwa ia bisa sukses. Memang sejak SMA Gachon sudah mencoba coba jadi guide. Ia belajar sedikit demi sedikit bahasa Jepang dari temannya. Sambil tetap menjalankan pekerjaannya menjadi guide, ia tetap rajin surfing. Ia sempat mendapat peringkat 6 disalah satu kontes international di Bali. Kala itu ia bersama surfer lokal seangkatannya seperti Ketut Menda, Wayan Ganti, dan Made Arta merajai kontes international tersebut.
Saat ini, ia hidup tenang dan santai. Ia juga masih menjadi guide, ya dunia guide yang puluhan tahun ia geluti. Bahkan menurutnya ia pernah merajai  guide bagi tamu-tamu Jepang di Kuta. Kala itu hanya sedikit orang yang menguasai bahasa Jepang. Baginya kehidupannya sekarang hanya untuk anak-anaknya. Ia ingin anak-anaknya mengutamakan pendidikan. Ia juga tidak memaksa anaknya jika ada yang ingin menjadi surfer. Si bungsu laki-laki satu-satunya memang kadang belajar surfing, sedangkan anak ke 2 dan 3 yang kebetulan cewek beberapa kali memaksanya untuk diajarkan surfing.  “Demi anak saya pertanggung jawabkan semuanya, asal jangan kena narkoba”, pesan Gachon untuk anak anaknya.

Name : Made Suryatha
Nick name : Gachon
DOB : Nusa Lembongan 16’9’60
Style : Regular
Board Size : 6’3 & 6’6
Local : Sanur Reef


Post your comment




Click to change the avatar
Change avatar


validation code


Event Name Date
Magic Wave on Facebook