Duncan

Name: I Wayan “Duncan”
Nick: Duncan
DOB: February 14th 1984
Local Break: Legian
Board Size: 5’8
Dream break: Mentawai n Rote-Boa
Bad Habbit: Drunk n Trouble Maker
Diawal usia remaja. Duncan menemukan surfing sebagai olah raga yang habis-habisan bikin dia ketagian. Termasuk ngebuat surfer bertattoo tengkorak di lengan kirinya ini rela mengisi presensi sekolah sekali dalam sebulan. Alhasil si guru jadi dongkol dan selalu bilang kalimat yang sama tiap ketemu dia, “udah kalau nggak niat sekolah keluar aja sana.” . Lama –lama Duncan pun mengabulkan permintaan si guru tadi dan cabut dengan bahagia ninggalin bangku sekolah dan serius surfing tiap hari diusia 17 tahun.
Kayaknya si Duncan bakalan bilang terima kasih kalau ketemu guru yang udah ngebantunya membulatkan tekad putus sekolah waktu itu (haha-red). Karena sejak keluar dari sekolah, penggila masakan khas Bali babi guling ini merasa beruntung banget, “untung aku cabut dari sekolah, jadinya bisa kayak sekarang ini. Bisa surfing tiap hari, punya temen bule banyak banget, lancar bahasa Inggris sampe bisa keluar negri juga, pokoknya happy dah.”.
Disamping surfer, cowok pemalu ini ternyata musisi juga (ehmz…-red). Di group band beraliran Punk Rock n Roll bernama ‘Siesta Time’, Duncan adalah gitaris yang juga vocalist. Selebihnya mengahbiskan hari-harinya untuk bermain x-box, futsal dan nontonin program HBO di rumah. Mengingat pembawaanya yang sedikit pemalu dan aneka hiasan dikulit tubuhnya aka tattoo, MW jadi iseng pingin tau ceritanya. Dan tanpa sengaja ada hal yang terkuak dari tattoonya yang sekarang jumlahnya sih sekitar 4 biji. Seperti tattoo pertama lambang hardcore yang dilukis waktu si lajang aqurius ini berusia 14 tahun (wow…kecil-kecil cadas!!!-red). Katanya sih beberapa uda simper timpa termasuk tattoo nama mantanya yang ditimpa jadi bunga-bunga (ooopz…dari sumber yang terpercaya,hehehe…-red)
Lagi-lagi dengan muka tersipu-sipu, Duncan sempat ragu menyatakan status singlenya saat ini. Tapi dengan tegas fans berat Megan Fox dan Brad Pitt ini menyatakan menyerah dan tidah sanggup berhubungan sama cewek local. Itulah sebabnya dia ngotot dan mematok criteria western buat pendamping hidupnya (wah…wah…-red)
Last word from Duncan, “U live once, once u live…enjoy!”
Post your comment
| Event Name | Date |
|---|
Magic Wave on Facebook
- yuko "beLa" okazaki on Ayu Shille Minota
- famy on Sixth Sense Surf Shop
- dayu echa on toko hurley
- made p on Dewi Okinawa
- Kadomini on is all about community in bali (sk8)
- Kadomini on is all about community in bali (sk8)
- hale on Vendik (Loco)
- barker on Substance Boardriding Padang
- wira on Panaitan Island
- Audi on Substance Boardriding Padang
