WIWID:kill cat studio, Yogyakarta

Dalam sebuah liburan ke Yogyakarta di awal Desember kemarin, saya sempat bermain ke beberapa tempat, dan di salah satu studio tattoo di Jogja saya bertemu dengan Widianto atau yang akrab dipanggil Wiwid, seorang tattoo artist kelahiran 9 Oktober’78 dari studio kill cat.

Saat itu dia sedang menjadi artist tamu di salah satu studio tattoo di kota gudeg ini. Dan dalam kesempatan sempit tersebut saya sempat melakukan interview singkat dengan Wiwid di tengah hujan bulan Desember yang tak pernah berhenti mengguyur kota gudeg ini, sembari menunggu klien yang tak kunjung tiba.

Berikut adalah interview singkat saya dengan Wiwid yang ternyata memiliki hobi traveling dan main bola ini.

Magic Ink (MI) : Sejak kapan belajar tattoo ?
Wiwid (W): Tahun1997

MI : Siapa yang mengajarkan tattoo?
W : Otodidak alias belajar sendiri.

MI : Bagaimana awalnya bisa menjadi tattoo artist?
W : Awalnya dari coba-coba ajah sih, soalnya tetanggaku ada yang jadi artist tattoo.

MI : Kapan pertama kali ditattoo? Siapa yang bikin?
W : Pas aku masih sekolah SMA kelas 1, sekitar tahun 1994.

MI : Tanggapan keluarga tentang pekerjaan sebagai artist tattoo?
W : Pertama sih ditentang sama keluarga, tapi lama-lama dapet restu juga.

MI : Punya keahlian khusus untuk tattoo?
W : Semuanya bisa, tapi aku lebih kearah new school.

MI : Kalau misalnya gak jadi artist tattoo, kira-kira kamu jadi apa?
W : Jadi polisi, biar bisa nangkepin orang-orang bertattoo..hehe (bercanda). Yang pasti aku pengen jadi petani hidup sederhana, tapi petani ganja..haha.

MI : Kejadian tak terlupakan waktu lagi tattoo?
W : Waktu itu pernah ada yang pingsan, terus berhenti ngerjain tattoonya. Tapi pas si klien udah bangun, dia malah minta lanjutin tattoonya..hahaha.

MI : Siapa artist tattoo yg menjadi panutan?
W : Banyak banget..ga bisa disebutin satu-satu. Ntar kalo disebutin mereka malah bangga lagi..hehehe.

MI : Apa keuntungan dan kerugian menjadi artist tattoo?
W : Enaknya bisa nyakitin badan orang tapi mereka yang bayar, nggak enaknya kalo pas lagi sepi klien..bokek..hehehehe.

MI : Sebenarnya bagaimana kamu memandang tattoo?
W : Bagiku tattoo adalah seni. Tattoo bukan hal untuk “menghakimi” seseorang.

MI : Harapan untuk dunia tattoo di Indonesia?
W : Semoga semakin maju dan makin banyak lagi. tapi jang mengsampingkan masalah sterialisasi.


coq
coq (05/05/2010 14:03:03)
alamat yg sekarang d mana ? setauku dulu alamatnya di per4an kentungan jakal

BAYU
BAYU (28/07/2010 11:24:44)
lokasi dmana? tarifnya brapa?

ruben
ruben (08/12/2010 17:57:32)
mas,bisa tato bibir jg gk?
biar bibir jadi merah kembali.
makasih

tin2
tin2 (05/09/2011 12:24:20)
woyyy brother wiwid nk dolan ng bali mamper aku ki tonngomuuu....cb eleng ora karo aku

Post your comment




Click to change the avatar
Change avatar


validation code


Event Name Date
Magic Wave on Facebook