TATTOO WAR di JOGJA

Bertempat di kota Gudeg, Jogjakarta. Java Tattoo, salah satu wadah berkumpulnya pecinta seni tato di Indonesia, mungkin lebih tepatnya di pulau jawa mengadakan Tattoo War. Saya sempatkan datang ke acara ini, berbekal free pass yang dikirimkan oleh java tattoo.
Sore hari sebelum acara, saya sempat bertemu dengan beberapa kontestan di hotel tempat mereka istirahat. Sempat mengobrol dengan kontestan dari Bali, yaitu Rudy dan Made. Juga bertemu teman lama yang juga lolos seleksi, Agung.
Acara dimulai pukul 7 malam, sebelum masuk saya nongkrong di depan liquid dengan anak-anak vespa dari Ambarawa. 9 artist (minus Ibud yang mengundurkan diri) dengan membawa ‘korbannya’ masing-masing mengambil posisi di areal tengah liquid dengan dikelilingi tali. Saya menonton dari pinggir, tepat di samping Agung dan Unyil,artist tattoo dari Ambarawa dan Malang.
Pengunjung mulai ramai dan berdesakan. Menonton dari pinggir arena. Band mulai beraksi. Dibuka oleh home band dari liquid café dan dilanjutkan oleh monkey bussines, pengunjung masih tetap lebih konsen melihat para artist bertarung. Di sisi panggung tattoo show contest sudah dimulai. Semakin malam, waitress mulai sibuk mondar-mandir. MC masih sibuk membagi-bagikan door prize, Angelique dan sledgehammer sudah beraksi di panggung.
Tiba saatnya Rescue naik pentas. Dengan formasi 3 orang, band ini mengingatkan pengunjung bahwa ini bukan acara kondangan, maka mereka meminta pengunjung untuk memakai lantai dansa sesuai fungsinya. Sedikit dibuat panas dengan aroma rockabilly dan aksi drummer ciliknya. Akhirnya The Hydrant naik panggung juga. Hampir saya lupa kalau ini acara tattoo, dari tadi terlalu asyik di bibir panggung. Pengunjung yang sudah dipanaskan oleh Rescue Band langsung berdansa bersama The Hydrant.
Dari areal tattoo war, saya lihat semua artist sudah selesai. Sebelum pengumuman pemenang, Radical Corps naik panggung dengan distorsi dan suara serak menghina sekolah dan para Caleg (yeah,that’ s cool…!!).
Dan setalah Radical Corps turun panggung, menjadi saat paling ditunggu kontestan tattoo war. Yaitu best tattoo artist. 9 model dijejer di panggung. Juri memperhatikan dengan seksama. 10 menit kemudian hasil sudah keluar. Agiex dari Black Tribal Body Art Batam (woow..kontestan paling jauh) diumumkan menjadi juara kedua. Gelar ‘Best Tattoo Artist’ dimenangkan……Rudy dari AS Tattoo Bali.
Setelah itu Dab Youth membuat semua pengunjung bergoyang. Tidak berselang lama saya keluar. Sudah pukul 03.00. Wow…mungkin tepatnya malam itu adalah malam panjang Tattoo, Alcohol dan Rock ‘n Roll.
9 Peserta Tattoo War :
Agiex – Black Tribal Body Art Batam
Helmi – Sipatiti Tattoo Parlour Semarang
Unyil – Unyil Tattoo Malang
Agung – Zelleb Tattoo Fucktory Ambarawa
Imok – Mock Tattoo Semarang
Icon – Black Jack Tattoo Jakarta
Made – Demon Art Tattoo Bali
Rudy – AS Tattoo Bali
Munir – Toxic Tatoo Park Jogja
Jogjakrta 21 Februari
Text n Photo : meq
| Event Name | Date |
|---|
Magic Wave on Facebook
- nisha on Godspeed Surfboard
- BAYU on WIWID:kill cat studio, Yogyakarta
- kairos on Godspeed Surfboard
- edy on Vendik (Loco)
- patrick tinho on canggu beach
- fisioterapi bali on Sebagai pemuda Indonesia "kamu mau bersumpah apa"? (memperingati hari sumpah pemuda)
- fisioterapi bali on Sebagai pemuda Indonesia "kamu mau bersumpah apa"? (memperingati hari sumpah pemuda)
- sadia on Desak, Berharap Pada Anak
- gary on TATTOO STUDIO: SEMINYAK INK
- dhey on BSP Trip to Gili Trawangan

tapi sayang aku gak disana.
padahal mo nontonin ketua panitia yang dance show juga..
huuhuhuw...