Desak, Berharap Pada Anak

Cantik, energik, dan mempesona. Begitulah wanita yang kerap disapa Desak ini terlihat secara fisik. Kata ceria nampaknya selalu menjadi bagian dari kesehariannya. Betapa tidak, ibu empat anak ini kini tengah sibuk-sibuknya mengurus tiga buah hatinya, yang masih kanak-kanak. “ Kalau Yuki, anak sulung saya sudah dewasa, jadi tidak terlalu ribet. Tetapi tiga anak saya yang masih SD dan TK, sangat membutuhkan perhatian ekstra. “ Jelas penyuka ayam goreng ini. Selain merasa kurang percaya dengan babysitter, dan ingin melihatperkembangan anaknya secara utuh, maka pengasuhan ketiga anaknya secara penuh dilakukannya sendiri. Tidak heran, keempat anaknya sangat dekat dengannya. Tidak cukup sampai disitu saja pengabdianya menjadi seorang housewife, pekerjaan ibu rumah tangga seperti memasakpun dilakoninya setiap hari. Hal ini tentunya tidak mengherankan apabila melihat kehidupan masa kecilnya yang selalu ditinggal orang tua untuk bekerja.

Masa kecilnya yang penuh liku membawanya menjadi seorang wanita yang tumbuh dengan banyak impian dan harapan. Diusia yang terlampau dini, karena kesulitan ekonomi ia harus sekolah sambil bekerja. Selayaknya anak yang bertempat tinggal di daerah pantai, maka pemilik nama lengkap Dewa Ayu Nyoman Rai ini mengais rejeki dari berjualan di kawasan Pantai Kuta. “Jadi, sepulang sekolah saya langsung ke pantai untuk berjualan.” Tandasnya. Disinilah awal perkenalannya dengan surfing, karena sering melihat turis asing yang surfing dan pergaulannya dengan surfer, tak pelak iapun akhirnya mencoba. Ditengah minimnya fasilitas, tidak adanya surfer wanita, dan tanpa restu orang tua, rupanya tidak menjadi penghalang bagi wanita ini untuk tetap surfing. Karena tidak memiliki papan surfing, setiap hari ia harus memutar otak agar dapat meminjam papan dari teman atau beach boy yang menyewakan papan surfing kepada turis asing. Sampai akhirnya, pacarnya memberikan papan surfing kepadanya saat ia berusia enam belas tahun. Mimpinya yang belum tercapai hingga kini adalah mengikuti kontes dan menjadi juara. Mengingat dulu, tetapi karena kurangnya surfer wanita maka kontes surfing untuk kaum hawa ini pun sangat minim, bahkan nyaris tidak ada. Hingga suatu saat, kontes yang dinantinya
diselenggarakan juga. Tetapi kembali ia harus menelan ludah dan terpaksa mengurungkan niatnya untuk ambil bagian karena sedang mengandung putra pertamanya. “ sekalinya ada kontes, pas saya lagi hamil”. Ya sudah, saya mundur
saya. Sayang anak. Tetapi saya sekarang bangga melihat Yuki, saya seperti melihat harapan saya berkembang pada dirinya. Apalagi kalau dia pulang kontes membawa gelar juara, saya sudah kegirangan sendiri.” Katanya.

Layaknya seorang wanita yang ingin terlihat cantik sempurna bak bidadari, wanita yang mengidolakan Andy Irons ini sempat ingin berhenti surfing karena khawatir dengan warna kulitnya yang mulai gelap. “Ya, namanya juga remaja. Ingin kelihatan cantik. Soalnya kulit saya dulu hitam sekali. Tetapi apa boleh buat, jangankan berhenti surfing, melihat ombak bagus saja saya sampai rela bolos sekolah.“ Tuturnya. Dan jadilah sampai sekarang keinginannya untuk berhenti surfing hanya sebuah wacana tanpa praktik. Bahkan sampai menjadi seorang ibu, rupanya surfing tetap tidak mampu terlepas dari dirinya. Ombak dan pantai seolah sudah menjadi magnet yang selalu menarik dirinya, maka setiap kali ada kesempatan maka ia pun segera mengambil papan dan surfing. “ Surfing baginya adalah cara untuk bersenang-senang dan mendapat kegembiraan,” tegasnya

Nama : Dewa Ayu Nyoman Rai
DOB  : Kuta, 10 Feb 1971
Style  : Goofy
Board Size : 7’6


sadia
sadia (16/07/2010 07:43:34)
Surfing membuat hidup saya lebih merasa hidup,nikmati pantai dan ombaknya,moga semua teman teman menikmati.

Post your comment




Click to change the avatar
Change avatar


validation code


Event Name Date
Magic Wave on Facebook