Padang Surf Story

Di even surf kontes ini yang masih berbendera “Minang Surf Club” masih minim dukungan dari segala pihak. Tapi saya memberanikan diri membuat kontes dengan sedikit support dari Dahui Bali dengan Cuma kurang lebih 25 peserta, dan bermodal juri tunggal. Kontes ini cukup meriah berjalan dengan lancar. Untuk tahap awal surfing di Padang yang rata rata pointnya terletak di depan muara, yang berjumlah 7 muara yang membelah kota Padang menuju ke laut lepas. Hampir semua muara mempunyai mitos yang masih mengerikan, menjadi bahan pembicaraan. Berangsur proses dan waktu berjalan, meningkatnya jumlah surfer lokal, dan mitos pun mulai dilupakan dan hampir setiap mengadakan surf kontes sedikit sulit mendapatkan izin dari masyarakat setempat.
Di Purus aturan surfing “ Kualat surfing “ diwaktu shalat jumat dan harus naik sebelum waktu magrib / terbenamnya matahari. Untunglah sekarang dukungan dari masyarakat dan Pemda Padang yang sudah cukup mengerti apa manfaat dan dampak positifnya surfing, apalagi terhadap kemajuan pariwisata setempat, dan sekarang sudah ada kelender kontes tahunan “ Walikota surfing cup” dan event tahunan “ King of Grommet Quiksilver”. Dan mudah mudahan brand brand suurfing yang lain tertarik membuat kontes di padang dan juga Mentawai yang sangat ditunggu tunggu oleh lokal komunitas West Sumatra Association (WSSA) yang kurang lebih anggotanya 200 orang. By Riz’d ( Bukittinggi Surf Team).
Post your comment
| Event Name | Date |
|---|
Magic Wave on Facebook
- famy on Sixth Sense Surf Shop
- dayu echa on toko hurley
- made p on Dewi Okinawa
- Kadomini on is all about community in bali (sk8)
- Kadomini on is all about community in bali (sk8)
- hale on Vendik (Loco)
- barker on Substance Boardriding Padang
- wira on Panaitan Island
- Audi on Substance Boardriding Padang
- obat kuat herbal jamu tradisional on Desak, Berharap Pada Anak
