Roman Gerber “Keluarga adalah hal paling penting”

Berawal dari sebuah obrolan pada situs pertemanan di dunia maya (facebookred), Akhirnya Piping “Magic Wave” memutuskan untuk melakukan obrolan lebih lanjut dengan Roman Gerber yang baru saja pulang dari perjalanannya ke Krui.

Sore itu sekitar pukul 4 sore di Resto Balcony, Magic Wave bertemu dengan Roman Gerber. Ayah dari Marlon Gerber. Lelaki kelahiran Swiss 58 tahun lalu ini baru saja pulang dari perjalanannya ke Krui bersama keluarganya. Roman pertama kali menginjakan kakinya di Bali pada tahun 1975, dan karena cintanya terhadap seorang wanita yang akhirnya menjadi ibu dari anak-anaknya, pada tahun 1978 ia memutuskan untuk menetap di Bali. Di Bali, pria yang selepas sekolah
tingkat atas (SLTA-red) masuk ke jurusan mesin ini merintis sebuah usaha restoran yaitu Un’s, yang terletak di daerah Kuta.

Mengenakan kemeja putih kotak-kotak dan celana pendek, ia duduk di sudut restoran balcony yang hanya berjarak 25 meter dari kantor Magic Wave. Sore itu ia duduk sendiri menunggu kedatangan kami. Ia tampak kalem, bahasa indonesianya lancar walaupun terkadang aksennya masih menunjukan bahwa memang dia berasal dari luar negri. Bisingnya lalu lalang kendaraan dan 3 gelas air mineral menemani obrolan sore kami.
# # #
Tidak pernah tercatat didalam sejarah surfing Indonesia betapa banyak peran yang dapat menentukan terbentuknya seseorang menjadi surfer sejati dan mengukir nama besar. Lingkungan pertemanan yang mendukung, dorongan dari
keluarga. Roman adalah sosok dibalik jalan panjang keberhasilan Marlon Gerber sampai saat ini. Dan tidak banyak diantara kita yang tahu.

“I feel lucky to have him as a dad. For as long as I can remember he always gave me the freedom to do what I wanted”, kata Marlon ketika ditanya pendapatnya mengenai sang Ayah.

Roman sendiri mengakui bahwa keluarga adalah hal yang paling penting bagi dirinya, Sisi seorang ayah yang sangat mencintai keluarganya sangat terlihat ketika ditanya mengenai perjalanannya melakukan surf trip.

“Disitu kita four days together, saya sangat enjoy”. Kata Roman tentang kesenangannya mengenai perjalanan yang dia lalui.

# # #

Krui adalah ibu kota kecamatan pesisir tengah di dalam kabupaten Lampung Barat, Sebagai daerah pesisir Samudera Hindia, Krui memiliki potensi besar pariwisata, terutama wisata pantai. Dan di daerah ini Roman melakukan tripnya.

Hanya bermodalkan kamera canon dengan lensa 18-70mm, Roman menghasilkan foto-foto yang akhirnya membuat Magic Wave memasukan artikel ini.“Untuk seorang seorang pendatang baru di dunia digital LSR, Roman sudah mempunyai
kekuatan dan kemampuan diatas rata-rata”, menurut Piping dari Magic Wave.

Melewati perjalanan sore hari kurang lebih 6 jam dari Lampung. Selama di Krui ia tinggal di surf camp milik Andy, seorang teman. Dari surf camp itu Roman masih harus menambah jarak sekitar 30 menit jika ingin menuju ke pantai. Makanan yang tidak cocok dilidahnya, kesulitannya mencari restoran, dan waktu yang tidak tepat sehingga jarang mendapat ombak yang bagus menjadi ‘bumbu’ dari perjalanannya. Sebenarnya terlintas untuk membuka sebuah usaha disana, tapi niat itu urung ia jalankan.

“Karena kalau mau bikin sesuatu disana, saya harus tinggal disana”.Roman menyatakan alasan mengapa ia keberatan.
Krui bukan trip pertamanya, dulu ia pernah ke Sumbawa menggunakan sepeda motor, dan dari sana ia melanjutkan perjalanan ke Flores . Ketika ditanya rencana trip berikutnya, Roman menjawab “Sumba. Saya dengar bagus disana”. Selain itu ia juga merekomendasikan suatu tempat lagi. Sumatra Pipe Line, baginya juga menjadi pilihan dari perjalanan berikutnya.

Menjelang akhir wawancara, Magic Wave sempat bertanya iseng mengenai saran dari Roman Gerber untuk Magic Wave, dan sebuah saran yang cukup cool’ keluar dari mulut Roman. “A little gossip it’s ok”.


memes
memes (15/04/2010 11:40:51)
Thanks for coming to krui in west lampung and promoting the pariwisata in krui... i live in liwa near krui... btw i interest about your plan to open a restorant in krui... cause i have a same plan too.. but i confused about how to do that.. can you give some advise about how to open a restorant for tourists... i have a land "di pinggir pantai" in way jambu near Tanjung setia beach which is a surf point too... please give me some advise at mesrawan@gmail.com...

Post your comment




Click to change the avatar
Change avatar


validation code


Event Name Date
Magic Wave on Facebook