Guest Of The Month

Liliez - Aloha Cofee Pacitan

Liliez - Aloha Cofee Pacitan
Seorang surf chick dari Pacitan berdarah Pontianak yang akrab disapa liez melenggang centil memasuki kantor magicwave. Dengan senyuman yang khas, pecinta sea food dan chinese food ini menyapa crew MW dan becanda kesana-kemari.Usut punya usut, ternyata kedatangannya ke Bali ini untuk sebuah keperluan bisnis (ciiieeeeyyy…..yang mau jadi pengusaha) diantaranya adalah outsourcing project surfing center by. EL-JOHN di Teleng Ria pacitan, selain itu juga mau refreshing dan melampiaskan hobi kewanitaannya yaitu shopping (hyuuuukzz….tetep ya jenk).


Bulan ini Magic Wave kedatangan tamu. Akrab dipanggil Wick. Sebenarnya Wick bukan orang baru di kalangan anak-anak Magic Wave. Sejak awal 2008 Wick sudah menjadi juri langganan untuk acara MSC. Tapi sejak awal tahun ini, Wick makin sering nongol di kantor Magic Wave. Awalnya sekedar ngobrol-ngobrol, berlanjut menikmati fasilitas hotspot gratis untuk berkomukasi dengan kekasihnya di Swedia, sampai membantu mebuatkan desain untuk kaos dan stiker Magic Ink.

Bulan ini Magic Wave kedatangan seorang tamu, yaitu seorang fotografer surfing cantik asal Rusia, Ana namanya. Wanita cantik yang menyukai tattoo ini pertama kali datang ke kantor untuk membawa hasil dari jepretannya dan juga ingin membagi liputannya tentang Bali.

Surfer dan body boarder berperawakan jangkung ini mulai surfing di tahun 2003 di Padang. Bersama dua orang temannya, mereka biasa menyusuri spot surfing di Sumatra Barat. Meskipun banyak larangan dari penduduk sekitar untuk surfing, mereka tetap menjalani olahraga ekstrem ini. Apalagi saat itu Emal sedang stuck mengerjakan skripsinya, maka surfing menjadi salah satu hiburan untuk menyegarkan pikiran.

Bulan ini Magic wave kedatangan seorang tamu yang berasal dari Padang, Sumatra Barat yaitu Uncle Harry . Ehemm benernya sih bukan tamu, tapi sahabat karena Uncle Harry ini sering banget datang ke Bali dan juga main main ke kantor Magic wave.

Guest of the month kali ini adalah Hamid dari Prancis. Menyukai semua jenis olahraga, Hamid pertama kali belajar surfing di Marocco, pada tahun 1997.  Pria 44 tahun ini tertarik untuk belajar surfing karena sangat menyukai laut. Dengan surfing, Hamid bisa traveling, bertemu dengan orang-orang baru, dan budaya baru.

Pertama kali datang di Indonesia, tempat yang dituju Hamid adalah Bali pada 1997. Indonesia yang menurutnya adalah dunia baru, dengan sumber daya alam dan penduduk yang ramah membuatnya betah. Pria yang juga biologist, sailor dan diver ini mendengarkan musik, hang out bersama teman dan melakukan olah raga lain jika tidak sedang surfing. Penggemar ombak di Katiet dan Sorake ini ingin lebih sering surfing lagi selama masih di Indonesia.

Pria humoris asal Perancis ini belakangan sering berkunjung ke kantor Magic Wave. Cyril Gassiot yang lahir di St Germain en
Laye ini mulai surfing sejak Juli 1991 di Messanges yang terletak 20 kilometer dari Hossegor, south west of Paris. Ia pertama
kali datang ke Indonesia pada bulan September di tahun 1996 selama 5 minggu. Cyril yang berprofesi sebagai owner Indonesian Surfaris, sebuah portal yang mengakomodir surfer yang ingin melakukan trip keliling Indonesia, ini telah tinggal di Bali sejak October 2004 untuk melakukan hobby surfingnya.

Yiippeee, bulan Agustus Magic wave kedatangan seorang teman lama yang berasal dari Korea Selatan. Maya namanya. wanita berambut panjang ini cukup  fasih berbahasa Indonesia. Pantai, pantai, pantai, pantai, mungkin hanya itu yang ada di dalam benak wanita yang lama tinggal di Jepang ini. Wanita yang satu ini memang sering sekali terlihat di bilangan jalan Benesari, tepatnya di Multimedia Solution atau di Warung Damar.

Bulan ini kantor Magic Wave kedatangan tamu yang berasal dari Ulla Dalla. Seorang pria yang juga surfer ini adalah terry Glass. Pada kesempatan kali ini saya sedikit berbincang dengannya seputaran pekerjaan dia. Saat ini dia memiliki sebuah perusahaan yang bernama Swift Stix Custom Shaping.